Asrama Yon Armed 10 ‘Disusupi’ Demonstran



BOGOR-Puluhan demonstran melakukan aksi penolakan di asrama Batalyon Armed 10 Bradjamusti, Desa Cimandala Kecamatan Sukaraja, Kamis (14/2). Mereka ‘menyusup’ masuk hingga ke lapangan utama sejak pagi hingga siang hari.

Beruntung, ratusan personel disiagakan untuk memukul mundur masa pendemo. Personel terdiri dari anggota TNI AD dibantu anggota brimob dari Resimen II Kedunghalang. Tak hanya itu, satu unit mobil water cannon dioperasikan untuk membubarkan paksa demonstran.

Aksi yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB ini merupakan serangkaian simulasi penolakan hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang dilaksanakan bersama oleh TNI, Polri, dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor.

Kasmen II Kostrad, Letkol Arm Didik Harmono menjelaskan bahwa, selain operasional perang, membantu Pemerintah Daerah (Pemda) dan membantu kepolisian memang menjadi tugas dari TNI.

“Di bogor dicover oleh Yon Armed 10 seluruhnya. Di Sukabumi Yon Armed 13, Purwakarta Yon Armed 9. Semua pasukan disiagakan. Jumlah semuanya ada seribuan personel,” ungkapnya kepada wartawan di lokasi.

Menurutnya, serangkaian simulasi akan terus dilakukan agar para anggota bisa cekatan di lapangan.

“Ini bagaimana melaksanakan prosedural di lapangan. Sehingga pada saat kami di lapangan, kami sudah tahu tahapannya secara benar,” kata Didik.

Di tempat yang sama, Danmen II Pas Pelopor, Kombes Pol Abu Bakar Tertusi mengatakan, pihaknya siap menerjunkan personel untuk turut mengamankan Pemilu jika terjadi chaos. “Kegiatan ini membantu KPU. Supaya tenang kerjanya KPU, masyarakat yang memilih pun bisa tenang,” ujarnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Kabupaten Bogor, Herry Setiawan menghaturkan terimakasih pada jajaran TNI dan Polri. Karena telah memberikan rasa aman, dibuktikan dengan penguasaan para anggota memukul mundur para demonstran.

Tapi, ia berharap aksi penolakan ini tidak benar-benar terjadi pada realitanya. Pasalnya, masih ada cara-cara persuasif yang dilakukan bagi masyarakat yang berbeda pandangan.

“Kalau memang kepentingan-kepentingan itu bertentangan dengan undang-undang, kami akan meminta bantuan kepada teman-teman kepolisian dan TNI,” kata Herry.(nas)
Share this post :

Post a Comment

Pengunjung

Popular Post

 
Copyright © 2015. Nasional News - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger