Kini Bikin Bikin SIM harus Tes Psikologi



JAKARTA - Polda Metro Jaya akan menerapkan tes Psikologi sebagai salah satu persyaratan dalam penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM). Menurut Kasi SIM Direktorat Lalu Lintas Polda Metro, Kompol Fahri Siregar tes Psikologi itu akan diberlakukan untuk semua golongan SIM baik yang baru mulai mengajukan ataupun yang melakukan perpanjangan masa berlaku SIM.

"Jadi persyaratan tes psikologi ini akan diberlakukan untuk seluruh golongan SIM serta diberlakukan untuk pengajuan SIM baru, peningkatan golongan SIM dan perpanjangan SIM," tandasnya.

Kepolisian pun akan melakukan simulasi terlebih dahulu sebelum tes tersebut diterapkan pada tanggal 25 Juni 2018.

"Kami akan simulasikan sistem ini pada tanggal 21 Juni 2018 sampai 23 Juni 2018," kata Fahri.

Fahri berharap dengan menerapkan tes psikologi dalam penerbitan SIM dapat mencegah kejadian laka lantas yang disebabkan faktor psikologis dari pengemudi.

Fahri pun mencontohkan kasus yang pernah terjadi pada tahun 2015 yang lalu di jalan Sultan Iskandar Muda dimana tersangka pengemudi berinisial CDS menabrak beberapa pengemudi sepeda motor dan mobil dan menyebabkan beberapa korban meninggal dunia dan luka-luka.

"Dari pemeriksaan psikologi nya diketahui bahwa tersangka mengalami gangguan karena terjadinya penurunan kontrol emosi, adanya halusinasi, rasa panik dan takut yang diakibatkan karena mengkonsumsi LSD, yang tentunya kondisi psikologis seperti ini dapat membahayakan si pengemudi maupun pengguna jalan yang lainnya," ujar Fahri.

Untuk menerapkan tes psikologi, Fahri mengaku pihaknya sudah berkomunikasi dan menerima beragam masukan termasuk dari asosiasi psikologi yang mengungkapkan pentingnya tes tersebut dalam proses pembuatan SIM.

"(Nantinya) Tes psikologi tersebut akan dilaksanakan lembaga psikologi yang telah mendapatkan pembinaan dan pengawasan dari bagian psikologi Polda Metro Jaya," jelasnya.

Selain itu, Fahri juga menjelaskan bahwa penerapan tes psikologi bagi penerbitan SIM ini merupakan amanah dari pasal 81 ayat (4) UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAAJ) dan sebagaimana yang dituangkan dalam pasal 36 Peraturan Kapolri No. 9 tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi.

"Ini sudah ada di pasal 81 ayat 4 UU no 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Di pasal 36 peraturan Kapolri no 9 tahun 2012 tentang SIM juga sudah ada," ucap Fahri.

Dalam peraturan tersebut disebutkan seluruh pemohon SIM wajib melaksanakan tes kesehatan termasuk di dalamnya adalah sehat jasmani dan rohani.(kuy)


Share this post :

Post a Comment

Pengunjung

Popular Post

 
Copyright © 2015. Nasional News - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger