Unitex Digugat ke PN Bogor



BOGOR-Niat ingin memiliki rumah, Warga Kelurahan Sindang Rasa Kecamatan Bogor Timur, Suryadi malah berperkara di Pengadilan Negeri (PN) Bogor. Pasalnya, harapan membeli rumah dari Koperasi Karyawan PT.Unitex Bogor tak kunjung terealisasi. Sehingga, ia terpaksa membawanya ke meja hijau.

Melalui kuasa hukumnya, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Justisia Kepatihan, Nusyirwan menjelaskan bahwa kliennya memesan rumah di Perumahan Unitex Tajur sejak tahun 2015 lalu. Saat itu Suryadi sudah membayar DP sebesar Rp50 Juta untuk harga rumah sebesar Rp270 Juta dengan total kredit sebesar Rp223 Juta. Namun, pada saat akad tahun 2017 lalu menurutnya total kredit menjadi Rp255 Juta.

Hal itu membuat kliennya merasa keberatan. Untuk itu, Suryadi meminta DP sebesar Rp50 Juta yang sudah dibayarkan itu dikembalikan dengan alasan batal membeli rumah.

“Klien kami intinya meminta uang DP nya dikembalikan, karena tidak sesuai dengan pesanannya. Sebelumnya klien kami sudah mencoba bermusyawarah,” jelasnya kepada awak media di halaman PN Bogor, Rabu (18/4).

Merasa tidak mendapatkan respons, ia bersama kuasa hukumnya mengajukan gugatan ke PN Bogor. Lantas, kedua belah pihak dihadirkan dalam persidangan perdana kemarin. Tapi, masih ada beberapa pihak yang belum hadir sehingga persidangan ditunda hingga tanggal 9 Mei mendatang.

“Sidang berikutnya tanggal 9, karena dari pihak BTN tidak hadir, kemudian dari Developer tidak hadir,” terangnya.

Di tempat yang sama, Eks Ketua Koperasi Karyawan PT, Unitex Bogor yang sekarang mejabat sebagai Wakil Pengawas Produksi, Irfan Ahmad Solihin hadir dalam persidangan. Menurutnya berdasarkan hasil persidangan kemarin, gugatan yang dilayangkan salah sasaran. Seharusnya yang menjadi tergugat adalah dirinya, bukan Pjs Ketua Koperasi Karyawan PT. Unitex yang sekaranng menjabat.

“Yang digugat seharusnya penanggung jawab koperasi. Waktu itu penanggung jawab koperasi saya pribadi, dari tahun 2011 sampai 2016. Makanya tadi ada proses klarifikasi,” ujarnya.

Irfan mengatakan bahwa, perkaranya masih ada kemungkinan diselesaikan secara mediasi sebelum jatuh pada tanggal 9 Mei, yakni jadwal persidangan selanjutnya.

“Sebetulnya kalau pihak Koperasi Unitex mau menyelesaikan persoalan Pak Suryadi sebelum tanggal 9 Mei, bisa dicabut gugatannya,” tukasnya.(fik)

Share this post :

Post a Comment

Pengunjung

Popular Post

 
Copyright © 2015. Nasional News - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger