Dekan FISIB Unpak Sebut Keadilan Gender Belum Terwujud



BOGOR-Peringatan Hari Kartini manjadi momen refleksi bagi seluruh wanita di bumi pertiwi, tak terkecuali bagi Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Pakuan, Agnes Setyowati. Meski sudah memasuki eman sipasi, tapi menurutnya keadilan gender belum sepenuhnya terwujud di permukaan.

Bagi Agnes, Kartini merupakan satu dari banyak tokoh-tokoh perempuan Indonesia yang menginspirasi kehidupannya. Namun menurutnya Kartini bukan merupakan satu-satunya role model yang berkontribusi dalam mendekolonisasi pemikiran yang menempatkan perempuan sebagai subjek yang pasif. Karena banyak tokoh-tokoh perempuan Indonesia lainnya yang tentunya merupakan sosok yang luar biasa seperti Dewi Sartika, Cut Nyak Dien, Christina Martha Tiahahu.

Menurutnya, apa yang telah dilakukan oleh Kartini, khususnya memajukan kaum perempuan dalam bidang pendidikan, merupakan hal yang sangat inspiratif sekaligus membanggakan. Perjuangan Kartini dianggap masih memiliki relevansi dengan kondisi Indonesia saat ini. Yang membuatnya kagum adalah perjuangannya untuk menuntut kesetaraan bagi kaum perempuan yang dilakukan pada periode kolonial di mana feodalisme dan ideologi patriarki sangat kuat pada masa itu.

Meskipun sebagian besar fokus perjuangannya terletak pada aspek pendidikan untuk kaum perempuan, paling tidak hal ini telah menjadi pemantik berkembangnya wacana-wacana mengenai kesetaraan gender hingga saat ini.

Meski begitu, Agnes mengatakan bahwa berbagai bentuk diskriminasi masih banyak dirasakan dalam berbagai sektor kehidupan. Misalnya, meski banyak perempuan yang bekerja, namun pendapatan yang mereka dapatkan umumnya tidak lebih besar daripada laki-laki.

Kemudian, perbedaan juga masih terlihat di lingkungan pemerintahan. Meski banyak yang bekerja sebagai pegawai pemerintahan, namun tak banyak banyak dari mereka yang masuk dalam kategori pengambil keputusan. "Dengan kata lain, saya akan mengatakan bahwa kesetaraan gender belum disertai dengan keadilan gender. Bahwa masih banyak ketimpangan-ketimpangan atau diskriminasi berbasis gender," jelasnya.

Maka, ia berharap ke depan demi melanjutkan cita-cita Kartini, kaum perempuan harus lebih semangat mencetak perempuan-perempuan yang cemerlang, kritis, serta humanis. Sehingga, dianggap bisa menghapus segala bentuk diskrimknasi berbasis gender dan ideologi patriarki yang membelenggu kebebasan berpikir.

"Bagi saya pribadi apa yang telah dilakukan oleh Kartini, khususnya memajukan kaum perempuan dalam bidang pendidikan, merupakan hal yang sangat inspiratif sekaligus membanggakan," kata Agnes.

Menurutnya sosok Kartini merupakan perjuangkan di masa lalu. Oleh karena itu sumbangan pemikiran-pemikiran Kartini masih memiliki relevansi dengan kondisi masa sekarang di mana kebanyakan kaum perempuan masih terkungkung oleh norma-norma yang meghambat mereka untuk mengembangkan diri. Akan tetapi, di sisi lain meskipun kaum perempuan telah mendapatkan haknya dalam bidang pendidikan, kesetaraan gender di negeri ini belum sepenuhnya terwujud.(fik)

Share this post :

Post a Comment

Pengunjung

Popular Post

 
Copyright © 2015. Nasional News - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger