Tekan Angka Kelahiran Banjarmasin dengan Integrasi Kampung KB



BANJARMASIN-Angka kelahiran menjadi fokus Pemerintah Kota Banjarmasin. Kini, Program Kampung Keluarga Berencana (KB) yang sudah digagas Pemerintah Pusat beberapa tahun lalu pun mulai disempurnakan. Salah satunya dilakukan dengan menjalin sinergi kemitraan. Seperti yang dilakukan di Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin, Jumat (22/12/17).

Kabid Pengendalian Keluarga Berencana pada Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Perempuan (BKBPMP) Kota Banjarmasin, Noorsyahdi menjelaskan bahwa angka kelahiran anak di Kota Banjarmasin memang di bawah rata rata Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), hanya saja angka pernikahan dininya masih terbilang tinggi. "Yang meningkat ini angka pernikahan dini sama melahirkan di usia 18 sampai 19 tahun," jelasnya kepada nasionalnews.com.

Melalui integrasi Kampung KB tingkat pernikahan dini hingga melahirkan di usia muda bisa ditangani. Hingga kini, di Kota Banjarmasin ada sebanyak enam Kampung KB, tapi baru ada dua yang sudah terintegrasi. "Dengan dengan Kampung KB diharapkan dapat menurunkan tingkat kelahiran," terangnya.

Sementara itu, Kepala bidang Advokasi, Pergerakan dan Informasi (ADPIN) pada BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Akhmad Sajali mengatakan bahwa integrasi ini dilakukan agar BKKBN bisa bersinergi secara optimal dengan Pemda juga DPRD, bahkan hingga DPR RI.

Program Kampung KB menurutnya memang sudah sejak setahun lalu. Pihaknya ditarget untuk mencanangkan Kampung KB di sebanyak 153 Kecamatan, tapi target tersebut sudah tercapai bahkan melampaui, hingga 155 Kecamatan. "Tidak sampai satu tahun, hanya 7 bulan. Dengan adanya kampung KB menggemakan kembali yang pada tahun 2000 hanya jalan di tempat sampai 2010," ujarnya.

Sebelum ada Kampung KB, masyarakat sulit untuk menggunakam alat kontrasepsi. Tapi, dengan diadakannya Kampung KB, masyarakat difasilitasi oleh para petugas lapangan dan para kader untuk diarahkan terkait penggunaan alat kontrasepsi. "Jadi agar menjadi masyarakat yang berkualitas," kata Sajali.

Sajali menjelaskan, tujuan dari diadakannya Kampung KB antara lain untuk menurunkan Angka Kelahiran Total (TFR) di Provinsi Kalsel. Karena TFR yang ditargetkan oleh BKKBN Pusat yaitu 2,1. "Kalau 2,1 itu melahirkan ibu ibu maksimal hanya dua. Tapi kalau 2,5 antara 2 sampai 3 melahirkannya," tukasnya.(fik)
Share this post :

Post a Comment

Pengunjung

Popular Post

 
Copyright © 2015. Nasional News - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger