Maksimalkan Program Kampung KB dengan Integrasi Kemitraan



BANJARMASIN-Sejak dicanangkan pada tahun 2000an, program Keluarga Berencana (KB) memang belum benar-benar berjalan optimal. Kini, program tersebut disempurnakan dengan kegiatan Kampung KB yang terintegrasi dengan berbagai mitra. Seperti yang dilakukan di Kelurahan Tanjung Pagar, Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin, Jumat (22/12/17).

Kabid Pengendalian Keluarga Berencana pada Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Perempuan (BKBPMP) Kota Banjarmasin, Noorsyahdi mengatakan bahwa dengan melakukan integrasi maka akan memberikan kemudahan bagi pelaksanaan Kampung KB. Mulai dari penganggaran hingga pelaksanaan di lapangan.

"Jadi kerjasama dengan DPR RI. Mengenai kebijakan kebijakan yang menyangkut dengan KB, mereka yang memperjuangka di badan anggaran dan segala macam," jelasnya saat diwawancarai nasionalnews.com.

Integrasi Kampung KB dianggapnya untuk bisa memaksimalkan program KB di Kota Banjarmasin, kususnya di Kelurahan Tanjung Pagar. "Karena tanpa dukungan mereka, nihil. Integrasi itu kerja sama, jadi antar semua yang terlibat ikut bersinergi," terangnya.

Sementara itu, Kepala bidang Advokasi, Pergerakan dan Informasi (ADPIN) pada BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Akhmad Sajali menjelaskan bahwa ada dua Kampung KB di Kota Banjarmasin yang terintegrasi. Dua lokasi tersebut antara lain Kelurahan Tanjung Pagar Kecamatan Banjarmasin Selatan serta Kelurahan Sungai Andai Kecamatan Banjarmasin Utara.

Integrasi ini dilakukan agar BKKBN bisa bersinergi secara optimal dengan Pemda juga DPRD, bahkan hingga DPR RI.

Program Kampung KB menurutnya memang sudah sejak setahun lalu. Pihaknya ditarget untuk mencanangkan Kampung KB di sebanyak 153 Kecamatan, tapi target tersebut sudah tercapai bahkan melampaui, hingga 155 Kecamatan. "Tidak sampai satu tahun, hanya 7 bulan. Dengan adanya kampung KB menggemakan kembali yang pada tahun 2000 hanya jalan di tempat sampai 2010," ujarnya.

Sebelum ada Kampung KB, masyarakat sulit untuk menggunakam alat kontrasepsi. Tapi, dengan diadakannya Kampung KB, masyarakat difasilitasi oleh para petugas lapangan dan para kader untuk diarahkan terkait penggunaan alat kontrasepsi. "Jadi agar menjadi masyarakat yang berkualitas," kata Sajali.

Sajali menjelaskan, tujuan dari diadakannya Kampung KB antara lain untuk menurunkan Angka Kelahiran Total (TFR) di Provinsi Kalsel. Karena TFR yang ditargetkan oleh BKKBN Pusat yaitu 2,1. "Kalau 2,1 itu melahirkan ibu ibu maksimal hanya dua. Tapi kalau 2,5 antara 2 sampai 3 melahirkannya," tukasnya.(fik)
Share this post :

Post a Comment

Pengunjung

Popular Post

 
Copyright © 2015. Nasional News - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger