Gaet DPR RI Untuk Integrasi Kampung KB




BANJAR BARU-Kampung Keluarga Berencana (KB) memang sudah sejak lama dicanangkan di berbagai pelosok daerah. Tapi, kini program tersebut dijalankan dengan menggaet berbagai mitra, salah satunya yaitu DPR RI. Seperti yang terjadi di Kelurahan Sungai Tiung Kecamatan Cempaka Kota Banjar Baru, Kamis (22/12/17).

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Dinas Dalduk KBPM PPA) Kota Banjar Baru, Puspa Kencana menjelaskan bahwa dengan menggaet DPR RI, Kampung KB yang sudah dicanangkan sejak dulu, kini akan berjalan secara optimal.

"Dengan adanya integrasi, Misalnya di Kampung KB ada jalan yang kurang layak, maka kita kaitkan dengan PO. PO bisa aspal jalan tersebut. Kurang penghijauan, diberi tanaman diadakan penghijauan," jelasnya saat diwawancarain nasionalnews.com.

Ia mengatakan, melalui integrasi dengan DPR RI tidak melulu memberi kemudahan dalam segi pelayanan KB.

"Integrasi kita mulai 4 Feb yang satu tempat, tapi yang 2017 ada empat tempat atau empat lokasi. Jadi sudah ada rapat-rapat membahas apa saja yang kurang," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala bidang Advokasi, Pergerakan dan Informasi (ADPIN) pada BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Akhmad Sajali mengatakan bahwa integrasi ini dilakukan agar BKKBN bisa bersinergi secara optimal dengan Pemda juga DPRD, bahkan hingga DPR RI.

Program Kampung KB menurutnya memang sudah sejak setahun lalu. Pihaknya ditarget untuk mencanangkan Kampung KB di sebanyak 153 Kecamatan, tapi target tersebut sudah tercapai bahkan melampaui, hingga 155 Kecamatan. "Tidak sampai satu tahun, hanya 7 bulan. Dengan adanya kampung KB menggemakan kembali yang pada tahun 2000 hanya jalan di tempat sampai 2010," ujarnya.

Sebelum ada Kampung KB, masyarakat sulit untuk menggunakam alat kontrasepsi. Tapi, dengan diadakannya Kampung KB, masyarakat difasilitasi oleh para petugas lapangan dan para kader untuk diarahkan terkait penggunaan alat kontrasepsi. "Jadi agar menjadi masyarakat yang berkualitas," kata Sajali.

Sajali menjelaskan, tujuan dari diadakannya Kampung KB antara lain untuk menurunkan Angka Kelahiran Total (TFR) di Provinsi Kalsel. Karena TFR yang ditargetkan oleh BKKBN Pusat yaitu 2,1. "Kalau 2,1 itu melahirkan ibu ibu maksimal hanya dua. Tapi kalau 2,5 antara 2 sampai 3 melahirkannya," tukasnya.

Kegiatan 'Integrasi Kampung KB' ini dihadiri juga oleh Direktur Adv dan Kie BKKBN Pusat, Sugiyono.(fik)
Share this post :

Post a Comment

Pengunjung

Popular Post

 
Copyright © 2015. Nasional News - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger