Arus Migrasi Pengaruhi Pertumbuhan Penduduk Bekasi



BEKASI-Angka pertumbuhan penduduk di Kabupaten Bekasi memang terbilang tinggi, namun penyebabnya bukan angka kelahiran melainkan migrasi yang tinggi. Hal itu terungkap dalam Sosialisasi Integrasi Kampung KB dj Kampung Cebong Kecamatan Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi (26/11/17).

Staf Anggota DPR RI Pria Santri Beringin, yang mewakili Ade Komarudin (Komisi IX DPR RI) mengatakan, Angka kelahiran bukan satu-satunya indikator utama untuk mengukur tingginya angka pertumbuham penduduk. Seperti halnya yang terjadi di Kampung Cebong Kabupaten Bekasi.

“Cebong Bekasi. Kampung itu persis di belakang pabrik. Itu pertumbuhan penduduknya tidak terlalu besar karena faktor kelahiran, tapi karena faktor migrasi. Jadi orang datang cari kerja,” ungkapnya kepada nasionalnews.com.

Untuk menanganinya, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus menyempurnakan Program Kampung KB. Kini, penyempurnaannya dilakukan dengan integrasi mitra BKKBN, yakni Komisi 9 DPR RI.

Santri mengatakan, menginjak awal 2016 Kampung KB digabung dengan berbagai aspek lainnya. Tidak hanya menangangi pertumbuhan penduduk, tapi juga mengurusi perkara kesejahteraannya.

“Jadi selain promosi alat kontrasepsi, promosi juga sosial ekonomi,” jelasnya.

Menurut Santri, selain mengontrol populasi, mengontrol kualitas manusia juga menjadi hal yang tak kalah penting. Sehingga, melalui integrasi ke depan, BKKBN bersama DPR RI akan memberikan bantuan usaha untuk ibu-ibu usia produktif.

“Yang dilaksanakan itu memberi tahu pada pihak Desa bahwa program ini untuk dimanfaatkan. Ini programnya BKKBN, kami sifatnya mendorong,” terang Santri.

Selain dapat mengurangi laju penduduk, program ini juga diharapkan bisa meningkatkan kualitas manusia di Kampung KB. Artinya, tidak hanya menggalakkan penggunaan alat kontrasepsi, tapi juga mengadakan kegiatan sosial seperti halnya bimbingan konseling untuk remaja.

“Banyak kasus geng motor anak ini tidak ada tempat konseling,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kepala BKKBN Provinsi Jawa Barat Sukaryo Teguh Santoso.(fik)
Share this post :

Post a Comment

Pengunjung

Popular Post

 
Copyright © 2015. Nasional News - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger