Ahok Ingin SBY Juga Diadili



JAKARTA - Calon Gubernur DKI Jakarta Petahana, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, kembali menyoal istilah 'lebaran kuda' pasca dirinya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama.

Menurut Ahok, pasal penistaan agama yang menjerat dirinya juga bisa menjerat seseorang yang melontarkan ucapan 'lebaran kuda'.

"Kalau dibilang lebaran kuda, lebaran juga milik orang Islam. Itu bukannya menghina agama?" ujar Ahok di markas pemenangan Ahok-Djarot, Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, (16/11/16).

Ahok menganggap umat islam akan kembali menghujat dirinya jika istilah 'lebaran kuda' terucap dari mulutnya. Lebaran merupakan perayaan umat islam yang semestinya tidak dijadikan bahan candaan. "Masa lebaran dibuat lebaran kuda?" ucapnya.

Ia menegaskan istilah 'lebaran kuda' bukan berasal dari dirinya. Ahok memberi petunjuk dari mana istilah 'lebaran kuda' berasal. "Bukan aku yang ngomong ya. Itu yang ngomong 'Pak Prihatin'. Saya enggak pernah ngomong lebaran kuda. Saya dapat dari yang suka ngomong, 'Saya prihatin'," kata dia.

Istilah 'lebaran kuda' sbelumnya pernah diucapkan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ucapan itu disampaikan SBY dalam pidatonya menanggapi aksi demonstrasi massa Islam yang mendorong pemidanaan atas ucapan Ahok terkait surat Al Maidah ayat 51.

Menurut SBY, demonstrasi akan terus bergulir jika aparat hukum mengabaikan tuntutan massa. "Sampai lebaran kuda bakal ada unjuk rasa. Ini pengalaman saya," ucap SBY di Puri Cikeas Indah, Bogor, (2/11/16).

Beberapa saat setelah ucapannya itu, istilah 'lebaran kuda' mendadak viral di media sosial dan menjadi topik populer di jagad Twitter. Sejumlah gambar berisi meme mengenai 'lebaran kuda' juga bermunculan di Instagram. Sebagian di antaranya menyindir SBY.(nasionalnews)

Share this post :

Post a Comment

Pengunjung

Popular Post

 
Copyright © 2015. Nasional News - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger